Etika Makan dalam Islam

By Halal Trip | 30, May, 2022
Etika Makan dalam Islam

Seperti semua aspek kehidupan lainnya, cara kita makan dan etika yang menyertainya sebagai seorang Muslim juga telah diatur dengan hati-hati dalam firman Allah dan dicerminkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah etika makan menurut Al-Qur'an dan Hadits yang harus diikuti:

 

Etika Sebelum Makan

mencuci tangan sebelum makan

Image Credit: Nathan Dumlao on Unsplash

  1. Mencuci tangan Anda terlebih dahulu sebelum duduk untuk makan.
  2. Duduk dengan pose yang baik/sopan. Dengan postur yang tegak atau tidak bersandar maupun sambil berbaring, hal ini dilarang karena ini menunjukkan kesombongan. Rasulullah SAW bersabda: “Aku tidak makan dalam keadaan berbaring.” (Sahih al-Bukhari).
  3. Duduk di lantai dengan lutut ditekuk atau kaki terlipat adalah Sunnah. Ini adalah tindakan yang menunjukan kerendahan hati. Meskipun tidak wajib, ini adalah cara Nabi Muhammad SAW ketika makan, dan kita juga harus berusaha dan memastikan untuk mengikuti teladannya bila memungkinkan.

 

Memastikan Makanan yang Dikonsumsi Halal

  1. Makanan yang akan Anda makan harus dapat dipastikan bahwa telah disiapkan, dan diperoleh dengan cara Halal (diproses oleh tukang daging yang halal, tidak dibeli dengan uang curian, dll.)

    وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ

    Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (Q.S. Al-Maidah 5:88).

  2. Jika Anda makan di rumah, atau di rumah anggota keluarga atau teman Muslim tepercaya, ini seharusnya tidak menjadi masalah. Namun jika Anda makan di luar atau di tempat baru, pastikan selalu bahwa makanan tersebut halal. Jika Anda bepergian dan tidak yakin di mana menemukan makanan halal, unduh aplikasi HalalTrip untuk informasi lebih lanjut.

 

Etika Ketika Sedang Makan

etika ketika sedang makan

Image Credit: Louis Hansel on Unsplash

  1. Mulailah kegiatan makan Anda dengan menyebut nama Allah dan mengucapkan 'Bismillah' dan berdoa terlebih dahulu. Jika Anda lupa melakukannya di awal, maka katakanlah ketika Anda ingat dan biasakan untuk melakukannya. Umar bin Abi Salamah meriwayatkan bahwa Nabi (SAW) berkata, “Sebutlah Nama Allah (katakanlah Bismillah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari apa yang ada di depanmu.” (Sahih-al-Bukhari dan Sahih-al-Muslim).
  2. Makan menggunakan tangan kanan adalah wajib, karena setan dikatakan makan dengan tangan kiri. Hal ini adalah kewajiban kecuali terdapat masalah kesehatan yang memaksa menggunakan tangan kiri.
  3. Makanlah dari porsi yang paling dekat dengan Anda. Sunnah Nabi menyatakan bahwa ia memerintahkan orang-orang di sekitarnya untuk selalu makan dari apa yang langsung di depan mereka, dan tidak meraih apa yang langsung di depan orang lain, atau dari tengah piring. Ibnu 'Abbas meriwayatkan bahwa Nabi (sal) bersabda: "Berkah turun di tengah makanan, jadi makanlah dari tepinya dan jangan makan dari tengahnya." (Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

 

Etika Setelah Makan

  1. Pastikan Anda telah menyelesaikan semua yang ada di piring karena menyia-nyiakan makanan adalah dosa. Jilat jari Anda satu per satu yang telah digunakan untuk makan, seperti yang dilakukan dan diajarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Setelah itu jagalah kebersihan dengan mencuci tangannya dengan air. Melakukan praktik berkumur setelahnya dengan air juga disarankan untuk memastikan tidak ada makanan yang tersisa.
  2. Ucapkan 'Alhamdulillah', dan pujilah Allah, berterima kasih kepada-Nya karena telah memberi Anda nutrisi dan memberi Anda makanan untuk dimakan. Nabi Muhammad SAW biasa membaca doa ini setelah setiap makan, “Al-hamdu Lillaahi hamdan katheeran tayyiban mubarakan fihi ghayra makhfiyyin wa laa muwadda'in wa laa mustaghnan 'anhu rabbana.” yang berarti: Segala puji bagi Allah, banyak pujian yang baik dan berkah. Ya Tuhan kami, Engkau tidak membutuhkan siapa pun, dan kami tidak dapat melakukannya tanpa perkenanan-Mu atau membuangnya (Sahih-al-Buhari).
  3. Berterimakasihlah dan do'akan untuk siapa pun yang telah membuatkan dan menyiapkan makanan untuk Anda, agar Allah memberkati mereka sebagaimana mereka telah memberi Anda makanan ini. Al-Migdad bin Al-Aswad menyampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa berkata, “Semoga Allah memberi makan mereka yang memberi kami makan, dan memberikan minuman kepada mereka yang memberi kami itu.” (Sahih al-Bukhari).

 

Etika Makan Secara Umum

etika makan secara umum

Image Credit: Thought Catalog on Unsplash

  1. Bersikap sopan dan santun terhadap teman makan Anda. Jangan mengambil sesuatu untuk diri sendiri saja, namun tawarkan juga dan selalu berbagi dengan orang lain agar semua orang senang dan juga puas.
  2. Jangan makan berlebihan, sampai merasa seperti Anda tidak bisa bergerak. Ambillah makanan secukupnya, sebanyak yang Anda bisa makan, sesuai kebutuhan.
  3. Jika ada makanan yang tidak sengaja jatuh ke lantai, Anda harus mengambilnya dan membersihkan kotorannya sebelum memakannya. Jika makanan dibiarkan apa adanya, maka setan dikatakan akan memakannya. Ini tentu saja harus dilakukan hanya di tempat yang sesuai, yaitu di rumah dan dilingkungan yang bersih. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW akan memberitahu para sahabatnya: “Jika salah satu dari Anda menjatuhkan sepotong makanan, biarkan dia menghilangkan kotoran dari itu dan memakannya, dan tidak meninggalkannya untuk setan.”. Ia juga memerintahkan mereka untuk membersihkan piring, dan berkata, “Karena kamu tidak tahu di mana berkat makananmu.” (Sahih-al-Muslim).
  4. Jangan terburu-buru ketika sedang makan. Makanlah dengan perlahan dan pastikan untuk mengunyah dengan saksama. Biarkan pula makanan Anda dingin sebelum dimakan, tetapi jangan meniup makanan Anda. Rasulullah SAW berkata: "Dinginkan makananmu karena tidak ada berkah dalam makanan panas.” (Rawahul-Hakim dan Abu Dawood).
  5. Jangan mengkritik makanan. Jika Anda memang tidak menyukainya, maka biarkan saja dan diam-diam tinggalkan di piring.
  6. Jangan makan menggunakan alat makan yang terbuat dari emas atau perak murni.

Leave a comment