Description

No information about this place

Jakarta, Indonesia

Profile-image
Loader

Address

Mesjid Ikhlas Jalan Pangeran Antasari Cilandak, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12410, Indonesia

Phone No

62 21 7698250

  • Menjelajahi Surga Bawah Laut di Pulau Weh, Sabang Aceh

    Wisata laut selalu menggoda untuk dinikmati. Birunya langit dan air laut yang bertemu pada satu sudut di hamparan ombak serta pasir putih di pinggir pantai seakan memanggil jiwa untuk berpetualang melepas penat. HalalTrip merekomendasikan salah satu tempat wisata bahari yang sayang untuk dilewatkan. Bagi kamu pecinta wisata laut, kurang lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Pulau Weh atau Pulau Weh, Aceh, Indonesia. Karakteristik pulau vulkanik di barat laut Pulau Sumatra ini menarik karena ia kaya akan ekosistem laut dan pegunungan. Pulau Weh terletak di Provinsi Aceh di mana Provinsi ini menerapkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari harinya. Wisatawan domestik dan mancanegara diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan sistem hukum yang berlaku saat berkunjung ke Pulau Weh, Aceh. Pulau Weh dengan kota bernama Sabang terletak di Laut Andaman tepatnya, di antara Kepulauan Nikobar dan Kepulauan Andaman, konon puncak tertinggi di Pulau Weh adalah gunung berapi fumarolik dengan ketinggian 617 meter (2024 kaki). Gunung ini terakhir meletus di zaman Pleistosen. Meletusnya gunung menjadikan sebagian gunung hancur kemudian terisi laut dan muncul pulau terpisah. Terdapat empat pulau yang mengelilingi Pulau Weh, yaitu Klah, Rubiah, Seulako, dan Rondo. Sementara itu situs Monster Divers menyatakan Pulau Weh adalah keindahan alam Indo-Pasifik. Pulau ini memadukan keindahan Samudra Hindia dan Lautan Pasifik. Monster Divers seperti dikutip media Indonesia setempat juga menyebut Pulau Weh mampu menjaga ekosistemnya. Keindahan Pulau Weh dalam menjaga ekosistem menjadikan Pulau Weh rumah bagi berbagai spesies ikan. Conservation International pada tahun 1997 hingga 1999, melakukan survei terhadap terumbu karang di Pulau Weh menemukan banyak spesies. Spesies tersebut adalah Pogonoperca Ocellata, Centropyge Flavipectoralis, Genicanthus Caudovittatus, Chaetodon Gardneri, Scarus Enneacanthus, Chaetodon Xanthocephalus, Halichoeres Cosmetus, Stethojulis Albovittatus, Scarus Scaber dan Zebrasoma Desjardinii. Patut diketahui, spesimen langka dan tidak biasa dari spesies hiu bermulut besar terdampar di pantai Gapang pada 13 Maret 2004. Hiu jantan yang ditemukan itu berukuran panjang 1,7 meter (5,58 kaki) dan memiliki berat 13,82 kg (30,5 pon). Hiu ini kemudian dikirim ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk penelitian.   Lokasi Wisata Pulau Weh memiliki kekayaan alam yang melimpah untuk menjadi destinasi wisata bagi wisatawan domestic dan mancanegara. Lokasi wisata favorit yang wajib kamu kunjungi seperti di bawah ini: Tugu Nol Kilometer Kredit Foto: @naragung  Di dalam buku sejarah, Tugu Nol Kilometer tercatat di Pulau Weh, di Kota Sabang. Lokasi ini kemudian menjadi lokasi favorit bagi para pelancong yang ingin mengetahui sejarah bangsa Indonesia. Tugu Nol Kilometer menjadi acuan kilometer diukurnya Indonesia. Tugu ini sangat bermakna bagi masyarakat Pulau Weh dan bangsa Indonesia. Di Tugu Kilometer yang bertuliskan Kilometer 0 Indonesia, wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbenam. Pantai Iboih Kredit Foto: @naragung Pantai ini menjadi pantai yang direkomendasikan oleh para traveller. Pasalnya, pantai ini termasuk dalam destinasi wisata favorit wisatawan asing di Pulau Weh. Di Pantai ini. wisatawan dapat menikmati pesona pantai dari perahu mesin. Umumnya wisatawan melakukan aktivitas berenang, snorkeling dan diving di pantai yang jernih berwarna biru. Penyewa peralatan snorkeling dan diving banyak ditemukan di Pantai Iboih ini. Pantai Tapak Gajah Kredit Foto: Pantaipedia Pantai satu ini memiliki pasir pantai berwarna putih. Deburan ombak di pantai ini sangat lembut. Wisatawan biasa menikmati matahari terbenam di lokasi ini. Bila cuaca cerah, wisatawan bisa berenang atau bermain air di sepanjang pantai. Begitu cantiknya, lokasi ini menjadi tempat wisata favorit di Pulau Weh. Pantai Kasih Kredit Foto: @demitra.atashi_lubis Pantai Kasih memiliki garis pantai yang landai. Pantai ini lokasinya tidak jauh dari Pantai Tapak Gajah. Sama seperti Pantai Tapak Gajah, di lokasi ini wisatawan dapat menikmati matahari terbenam di waktu senja. Pantee Peunateung Kredit Foto: @muhammad_md_jamil Pantee Peunateung merupakan lokasi favorit bagi para penyelam. Pantee Peunateung berarti "teras sawah". Bukan teras sawah dalam arti sebenarnya. Teras sawah ini adalah area penyelaman dalam dengan terumbu karang yang menghampar dari utara ke selatan. Untuk penyelaman begini, ia biasanya ditentukan oleh arus laut. Bila ombak pasang tinggi, arus biasanya akan mengalir dari Selatan ke Utara. Wisatawan mulai menyelam di samping replika Tugu Nol KM. Lokasi ini dibangun di dasar perairan Pulau Rubiah, Sabang, Pulau Weh, Aceh, 18 April 2016 Saat menyelam, penyelam dapat melihat barakuda, belut murai, dan ikan ekor kuning. Terumbu karang di Pantee Peunateung membentuk dinding vertikal yang tertutup gorgonia besar. Penyelaman ideal dimulai di kedalaman 30 meter. Keindahan bawah laut juga terdapat di kedalaman 45 meter dan di kedalaman 10 meter. Namun arus bawah sering mengganggu penyelaman. Sumur Tiga Kredit Foto: @abdulrazaknoval Aktivitas snorkeling atau selam permukaan dapat dilakukan di perairan Sumur Tiga. Karakteristik Sumur Tiga yang dipenuhi hamparan koral dan terumbu karang sangat cocok untuk snorkeling. Perairan ini juga dikenal dengan arusnya yang tenang sehingga aman untuk Snorkeling. Batee Tokong Kredit Foto: @rismaulys Penyelam selanjutnya dapat mengunjungi Batee Tokong. Batee Tokong adalah daratan berbentuk bundar dengan terumbu karang di atasnya. Pada bagian tengah batu naik ke atas yang ditutupi terumbu karang berbentuk kipas. Batee Tokong adalah habitat hiu, gurita, lionfish, scorpion fish, frog fish, hingga nudibranchs. Dataran berterumbu karang sedalam 24-28 m, 'Shark Plateau' dapat ditemukan di sisi utara. Di lembah ini, hiu terumbu ujung hitam dan putih, hiu terumbu abu-abu, dan juga beberapa silvertip dapat ditemukan. Sophie Rickmers Kredit Foto: @hutanijaya Sophie Rickmers adalah bangkai kapal kargo milik Jerman yang ditenggelamkan awaknya untuk menghindari dimiliki Belanda. Berdasarkan sejarah pada 1942, Hindia Belanda membenci Jerman. Karena ini, Belanda kemudian merampas 18 kapal dagang Jerman. Sophie Rickmers luput dari perampasan itu karena telah ditenggelamkan terlebih dahulu. Bangkai kapal Sophie Rickmers menjadi favorit penyelam yang ingin menjelajah isi kapal. Di bangkai Sophie Rickmers juga terdapat spesies angelfish yang sangat langka. Limbo Gapang Kredit Foto: In Aceh Limbo Gapang berlokasi dekat dengan Pantai Gapang. Di Limbo Gapang, penyelam dapat menikmati air laut berwarna hijau toska yang bening. Saat menyelam, penyelam dapat bertemu kura-kura, kawanan ikan kodok, dan cumi-cumi yang melimpah. Di Limbo Gapang juga terdapat bebatuan koral yang membentuk jamur setinggi 7 meter. Batee Gla Kredit Foto: @arunikadc Batee Gla termasuk dalam lokasi menyelam favorit penyelam. Keindahan Batee Gla bisa dinikmati di kedalaman 18 meter. Di titik ini, penyelam dapat bertemu belut laut di sela-sela terumbu karang. Di kedalaman 40 meter, urge laut dapat dilihat. Di lokasi ini, formasi bebatuan berterumbu karang seolah-olah mengapung di dasar laut. Penyelam menjuluki Batee Gla dengan sebutan “Slippery Rock”. Arus Balee Kredit Foto: @richard_sandy Arus Balee terletak di antara pulau Seulako dan Rubiah. Arus Balee merupakan koridor air di sekitar puncak berbatu bawah air. Namun terkadang Arus Balee dijuluki arus palee atau arus bajingan. Koridor ini menjadi rumah bagi hiu dan berbagai jenis fauna laut. Arus Balee tampak seperti sungai di bawah air dengan biota laut yang mengagumkan.   Kuliner Khas Pulau Weh Sate Gurita Kredit Foto: Sate Gurita Sabang di Facebook Sate gurita menjadi kuliner unggulan di Sabang, Pulau Weh. Sate ini menjadi masakan khas di Sabang dan banyak diburu para pelancong yang berlibur di Pulau ini. Sate gurita berbahan dasar gurita, memiliki rasa lezat, manis, dan dagingnya sangat kenyal dan alot. Biasanya sate gurita disajikan dengan lontong dan sambal bumbu Padang ataupun sambal kacang. Mie Jalak Fredit Foto: 10travlr Mie Jalak termasuk dalam kuliner favorit di Pulau Weh. Mie ini memiliki warna kekuningan dengan kuah bening. Mie Jalak disajikan dengan tauge, daun bawang dan taburan daging ikan berbentuk dadu kecil. Berdasarkan cerita, nama Mie Jalak diadopsi dari pembuatnya yang bernama Pak Jalak. Mie yang tampak sederhana ini memiliki rasa enak. Mie Sedap Kredit Foto: @annisa_miaw Mie sedap khas Kota Sabang merupakan mie yang dibuat secara manual. Mie ini diolah dengan resep turun menurun dan dibuat tanpa pengawet. Mie sedap khas Sabang biasanya disajikan dengan daging ikan olahan dan seledri. Kaldu ayam panas yang yang dituangkan di atas mie membuat rasanya betul-betul sedaaaapp. Mie Pingsung Kredit Foto: travelingyuk Satu lagi makanan khas kota Sabang dengan bahan mie. Mie Pingsun namanya. Mie ini berisi berbagai bahan seafood mulai dari udang, ikan, dan sayuran. Mie ini masuk dalam daftar makanan favorit wisatawan yang mengunjungi Pulau Weh. Rujak 0 Kilometer Kredit Foto: Phinemo.com Sesuai dengan namanya, rujak 0 Kilometer dijual di Tugu titik 0 Kilometer. Rujak ini berbeda dengan rujak yang biasa kita temui. Rujak 0 kilometer memiliki kekhasan karena buah rumbia yang ditambahkan dalam sambal rujak. Buah ini ditumbuk halus dengan gula aren dan cabai. Rasa buah rumbia yang sepat menjadikan sensasi tersendiri saat dipadukan dengan buah-buahan. Hmmmm....mungkin kamu akan ketagihan. Kedai Kopi Pantai Jaya Kredit Foto: OkeLifestyle Bicara Sabang sebagai bagian dari Aceh, tidak lengkap rasanya jika tidak melibatkan minuman kopi. Kopi di Kota Sabang yang khas dan legendaris adalah Kopi Pandai Jaya. Kedai kopi ini menyediakan kopi Aceh yang sudah terkenal seperti Takengon, Tangsi dan Sigil. Kopi biasanya disajikan dalam menu kopi susu, kopi hitam, dan kopi sanget. Untuk para wisatawan, kedai ini menjual kopi hasil panggangan yang dapat dijadikan untuk oleh-oleh.   Akses ke Pulau Weh Akses menuju Pulau Weh cukup mudah meski lokasinya berada di ujung barat Indonesia. Bagi wisatawan dari Jakarta dapat menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta dan menuju ke Bandara Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Maskapai yang melayani rute penerbangan ke Bandara Sultan Iskandar Muda diantaranya Garuda Indonesia, Batik Air, dan Lion Air. Dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (Bandara Banda Aceh), perjalanan wisatawan selanjutnya yaitu Pelabuhan Ulee Lheue. Kendaraan yang dapat dipergunakan dari bandara ke Pelabuhan Ulee Lheue adalah taksi, kendaraan umum damri, becak motor, dan labi-labi (kendaraan khas Aceh). Waktu tempuh bandara ke pelabuhan sekitar satu jam. Di Pelabuhan Ulee Lheue, pelancong bisa menyeberang ke Pulau Weh dengan menggunakan kala feri atau kapal cepat. Di pelabuhan ini terdapat tiga jadwal pelayaran kapal feri yang bisa dipilih. Jadwal ini adalah pukul 08.00 pagi, pukul 11 siang, dan pukul 16.00 sore. Selain kapal feri, wisatawan dapat menggunakan kapal cepat yang berangkat pada pukul 08.00 pagi dan pukul 14.30 siang. Tarif pelayaran kapal feri lebih murah dibandingkan dengan kapal cepat. Ayo, tunggu apa lagi? Mari nikmati surga dunia di Pulau Weh. Jangan lupa tag HalalTrip kalau kamu mengupload foto foto di Sabang ya! Unrelated but... Check out The Halal Travel Podcast hosted by Hazirah, Nurul and Raudha as they talk candidly about travel, food, life and everything else in between and sometimes with awesome guests! Listen now! ...

  • Kilau Masjid Kubah Emas Magnet Wisata Religi di Depok, Indonesia

    Indonesia sebagai negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di Asia Tenggara seolah tidak pernah kehabisan destinasi wisata religi. Turis domestik maupun internasional tentu akan selalu menanti kehadiran tujuan wisata di negara kepulauan ini. HalalTrip kali ini akan membahas salah satu bangunan masjid yang ikonik di tepi Kota Depok. Masjid ini memancarkan aura yang cukup kuat untuk menarik perhatian turis. Oya, masjid ini terkenal dengan kilau emasnya di kubahnya lho!   Arsitektur Masjid Dian Al-Mahri Image Credit: @andrybandaso on Instagram Kota Depok yang terletak di provinsi jawa barat Indonesia, sejak tahun 2006 menyimpan ikon wisata religi kelas dunia bernama masjid Dian Al-Mahri atau lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas. Masjid yang berlokasi di perbatasan Kota Depok, di Jalan Maruyung Raya, Kecamatan Limo ini disebut sebut sebagai Masjid termegah di Asia Tenggara, karena memiliki lima kubah utama dan enam kubah menara berlapis emas 24 karat. Masjid kubah emas ini, pada setiap kubah dilapisi emas setebal 2 milimeter hingga 3 milimeter, Bentuk kubah mengacu pada kubah masjid di India dan Persia. Lima kubah yang melambangkan rukun Islam tertempel mozaik berlapis emas 24 karat dari Italia. Masjid Dian Al Mahri kerap disebut sebagai salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Ketika berbicara mengenai masjid dengan kubah yang menggunakan bahan emas,  di dunia hanya ada tujuh masjid salah satunya ada di Indonesia. Keenam masjid lainnya adalah Masjid Qubbah As-Sakhrah di Palestina, Masjid Al Askari di Irak, Masjid Suneri di Lahore, Masjid Sultan Singapura di Singapura, Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin di Brunei dan Masjid Jami’ Bandar Sri Begawan di Brunei. Ada relief hiasan di tempat imam yang terbuat dari emas 18 karat. Sedangkan pagar di lantai 2 dan hiasan di 168 mahkota masjid terbuat dari sisa emas atau prado, enam menara berbalut batu granit abu-abu impor dari Italia dengan ornamen melingkar. Jumlah kubah yang berbentuk heksagonal setinggi 40 meter ini melambangkan rukun iman. Pengunjung akan merasakan suasana yang berbeda saat memasuki masjid ini. Halaman yang luas dan bangunan masjid yang megah menjadikan masjid ini terlihat berbeda dengan bangunan lainnya. Kubah emas yang berada di bagian atas masjid menjadikan masjid ini terlihat begitu megah dan indah. Masjid Dian Al Mahri ini berada di area seluas sekitar 50 hektar. Luas bangunan masjid sekitar 800 meter, memiliki kapasitas 20.000 jamaah, dengan taman yang luas di sekelilingnya. Pengunjung juga akan melihat sebuah taman dengan area pepohonan yang luas. Hamparan beraneka jenis flora dapat dinikmati oleh pengunjung apabila melintas menuju ke arah masjid, Saat tiba di depan masjid, pengunjung akan berdecak kagum karena bentuk pintu masuk masjid yang besar seakan menyambut pengunjung untuk segera memasuki masjid.   Desain Interior Memikat Hati Image Credit: @m.reza.yudhistira on Instagram Di bagian dalam masjid kita akan semakin dibuat takjub, dengan sebuah mimbar yang berlapis emas yang biasa digunakan untuk ceramah. Sementara tepat di bawah kubah masjid, pengunjung dapat melihat pemandangan langit bergambar awan. Selain itu di bagian tengah atas terdapat sebuah bola lampu kristal yang memiliki ukuran sangat besar. Lampu ini konon didatangkan langsung dari Italia dengan berat sekitar 2,7 ton. Pada bagian lantai masjid menggunakan marmer yang didatangkan dari Turki dan Italia. Batuan marmer hampir menghiasi seluruh sudut masjid. Mulai dari lantai, dinding, hingga puluhan pilar yang menopang keseluruhan bangunan. Kombinasi warna emas, cokelat, dan kekuningan juga jadi daya tarik tersendiri. Menurut beberapa sumber, kombinasi corak ini melambangkan kemenangan. Sementara itu, warna cat ruang masjid ini bernuansa monokrom dengan unsur utama krem, warna tersebut menghadirkan rasa tenang dan hangat bagi pengunjung yang ingin melakukan sholat. Area khusus jamaah wanita memiliki sebuah halaman luas berukuran 57×45 meter. Pelataran ini merupakan tempat terbaik untuk mengagumi keindahan arsitektur bangunan masjid. Dari sini bisa melihat jelas terlihat Masjid Kubah Emas mengadopsi gaya khas bangunan Timur Tengah. Hiasan dekorasi pada dinding-dinding masjid, bentuk pilar, dan langit-langit lorong di sekeliling halaman seolah memancarkan keindahan yang tak berhenti mengundang decak kagum. Pengunjung betah berlama lama menghabiskan waktu masjid ini.   Denyut Kehidupan Masjid Dian Al-Mahri Image Credit: Marwan Mohamad, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons Masjid Dian Al-Mahri buka setiap hari bagi pengunjung yang ingin melaksanakan Sholat wajib lima waktu ataupun Sholat sunnah. Sedangkan selama Ramadan, Masjid Dian Al- Mahri menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang bisa diikuti oleh seluruh jamaah. Misalnya, buka puasa bersama setiap hari. Pengurus masjid menyediakan sekitar 400 takjil di hari biasa, dan 800-1000 takjil saat akhir pekan. Sholat Tarawih dengan pembacaan sebanyak 1 juz Al Quran setiap malamnya. Setiap Tanggal 16 Ramadan setelah Sholat Subuh yang biasanya diadakan Sama’an Al Quran oleh 6 Hafiz Al Quran hingga khatam 30 Juz. Satu hafiz akan membacakan 5 juz Al Quran tanpa melihat dan disaksikan oleh jamaah yang hadir. Pada 17 Ramadan Jemaah bisa mengikuti Nuzulul Quran yang dihadiri oleh Qori Alquran berpengalaman  serta penceramah kenamaan lainnya.  Malam 10 hari terakhir sering diisi dengan I'tikaf dan Qiyamullail dari pukul 02.00 - 03.30 dan diakhiri dengan sahur bersama tanpa dipungut biaya. Di sore hari selama bulan ramadhan, sekitaran masjid juga biasa dimanfaatkan warga sekitar untuk melakukan "ngabuburit" atau menanti saat berbuka puasa . Biasanya pengunjung datang setelah siang hari hingga sore hari menjelang berbuka puasa.   Terbuka Untuk Semua Kalangan Image Credit: @poeticpicture on Instagram Tidak hanya sebagai tempat ibadah, Masjid Kubah Emas juga menjadi destinasi wisata ribuan muslim setiap harinya.. Masjid ini mempersilakan anak-anak ikut serta masuk ke dalam masjid bersama orang tua mereka asalkan mereka tertib dan mengenakan pakaian yang menutup aurat baik untuk anak laki-laki atau anak perempuan. Mengajak anak-anak ke masjid juga dinilai sebagai hal positif untuk mengenalkan anak taat beribadah sejak dini. Masjid Dian Al-Mahri tidak menutup kemungkinan untuk dikunjungi oleh orang non Muslim yang ingin mengetahui lebih jauh tentang ajaran agama Islam Memasuki akhir pekan kawasan masjid biasanya padat oleh antrian bus para jamaah yang ingin berkunjung ke masjid berkubah emas pertama di Indonesia. Jumlah pengunjung akan terus bertambah ketika perayaan Idul Fitri tiba. Tidak hanya warga sekitar, pelancong yang berasal dari luar kota pun tidak ingin ketinggalan merasakan suasana masjid dengan dekorasi emas nan menawan ini. Walhasil jalanan menuju masjid akan mengalami kemacetan yang cukup panjang, karena dipadati oleh mobil pribadi serta bus pengunjung yang ingin beribadah sekaligus berwisata. Sebagai sarana penunjang ibadah dan wisata masjid ini menyediakan sejumlah fasilitas pendukung yang bisa dikatakan cukup wah. Mulai dari tempat wudhu dan toilet bersih, taman hijau dengan hamparan pohon palem dan mangga, kafetaria, toko pernak-pernik, hingga lahan parkiran yang sangat luas Sebagai catatan, sebaiknya mengunjungi masjid pada hari-hari kerja karena relatif lebih sepi dan Anda tentu bisa leluasa berkeliling dan mengagumi masjid dengan desain mewah ini.   Akses Menuju Masjid Dian Al-Mahri Image Credit: @mikii190 on Instagram Sebagai acuan karena letaknya sedikit jauh dari pusat Kota Depok, cara termudah mencapai masjid selain menggunakan kendaraan pribadi adalah dengan Commuter Line. Jamaah yang ingin menyambangi masjid bisa turun di Stasiun Depok Baru, dilanjutkan dengan ojek atau taksi online dengan menempuh jarak sekitar 9 kilometer. Bagi yang datang dari arah Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, langsung saja meluncur ke tol Depok-Antasari dan keluar di wilayah Krukut. Sementara jika dari arah Bogor, bisa ambil jalur Jalan Raya Jakarta-Bogor atau gunakan tol Cinere-Jagorawi dan keluar di tol Cisalak.   Beradaptasi Dengan Kenormalan Baru Image Credit: @al_bert17 on Instagram Namun seiring dengan mewabahnya virus corona di Indonesia , jumlah pengunjung masjid kini  menurun drastis, hal ini terkait aturan pemerintah daerah yang melarang adanya tempat berkumpul bagi banyak orang.Termasuk Salah satunya tempat ibadah tidak memperbolehkan sholat dengan shaf rapat dan harus berjarak sejauh satu hingga 1,5 meter. Masjid juga diharuskan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat yaitu mencuci tangan dengan sabun saat tiba, menggunakan masker, dan mengurangi jumlah pengunjung yang beribadah di masjid. Pengelola masjid tidak menganjurkan pengunjung yang bukan warga sekitar untuk beribadah di sini. Jadi, ibadah sholat lima waktu hanya diperuntukkan bagi warga di sekitar masjid. Kini sudah sekitar 14 tahun Masjid Kubah Emas melayani masyarakat yang ingin melakukan ibadah. Masjid Dian Al-Mahri menerima masyarakat yang berkunjung untuk berwisata atau sekedar ingin menikmati kemegahan dan suasana masjid.   Sosok Pendiri Masjid Dian Al-Mahri Image Credit: Marwan Mohamad, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons Bicara mengenai masjid kubah emas tentu tidak bisa lepas dari sosok sang pendiri, yakni Hajjah Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais atau kerap dikenal Dian Al-Mahri. Beliau adalah sosok di belakang pembangunan masjid sejak tahun 2001, membeli lahan tersebut sejak 1996. Awalnya masjid dibangun sebagai tempat ibadah keluarga. Namun, pihak pengelola dan pemilik masjid sepakat untuk membuka masjid ini untuk masyarakat umum pada 31 Desember 2006. Dian Al Mahri merancang arsitektur masjid ini. Kendati demikian, hingga saat ini, belum diketahui jumlah dana yang digunakan untuk membangun Masjid Kubah Emas. Dian Al Mahri maupun pengurus masjid enggan mengungkapkan dana yang dibutuhkan untuk membuat masjid tersebut. Dian Al-Mahri dikenal sebagai pribadi yang dermawan, bahkan tidak hanya masjid kubah emas yang ia bangun, beliau juga dikabarkan telah membangun ribuan masjid di berbagai tempat di seluruh Indonesia. Hajjah Dian Djuriah Rais binti H. Muhammad Rais tutup usia pada pada umur 73 tahun, Ia meninggal dunia di hari jumat tanggal 29 april tahun 2019 silam. Pendiri Masjid Kubah Emas itu meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah sekitar pukul 02.15 WIB setelah dirawat selama satu pekan, karena penyakit komplikasi yang dideritanya. Jenazah disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Masjid Al Ikhlas, Petukangan Selatan, Pesanggarahan, Jakarta Selatan yang kemudian dimakamkan di halaman Masjid Kubah Emas, Depok....

  • Travel News Wrap: 12 October Week

    Malaysia's Conditional Movement Control Order (CMCO) Image Credit: Ishan @seefromthesky on Unsplash Arguably one of the biggest news this week has to be the implementation of the CMCO or Conditional Movement Control Order in Malaysia. After experiencing an upsurge of Coronavirus (COVID-19) cases, Malaysia has decided to curb the new wave with the implementation of this CMCO. Similar to the past CMCO, this CMCO will limit the movement of the residents in the affected states. The CMCO is in effect for the federal territories of Kuala Lumpur, Putrajaya, and Selangor state. It began earlier this week on Wednesday, 14 October, and is currently set to last till 27 October this year. Under the CMCO most industries can continue their operations under the condition that they practice the health precautions in place. Meanwhile, schools and places of worship have been closed along with the ban on sporting events in the country.  This decision might have been influenced by the interstate travel ban enforced in Sabah last week, which was also due to the rising number of COVID-19 cases there. Together, the CMCO is said to affect around 11 million or 30% of the country’s population. For more information on the CMCO and travel advisories, please check with the respective authorities.   Hong Kong and Singapore Travel Bubble Image Credit: Dan Freeman on Unsplash Announced on Thursday, 15 October, Hong Kong, and Singapore has decided to set up a travel bubble between the two cities. With the low incidence of COVID-19 cases in the two cities, the decision was made in order to re-establish overseas travel and lift complications such as quarantine or stay-home notices for visiting travelers. In this new travel bubble, there will be no travel purpose restrictions and controlled itinerary but, travelers will still need to test negative on the COVID-19 test and travel on dedicated flights for those traveling under this new bubble.  Currently, there are no set dates for the launch of this new travel bubble. The launch date and implementation details will be announced in due course, according to the ministry.   New Zealand and Australia Travel Bubble Started Today (Trans-Tasman) Image Credit: John Kappa ツ on Unsplash Some more welcoming news in the travel world. Today, 16 October, the Trans-Tasman travel bubble is in effect. This travel bubble between New Zealand and Australia, with the first passengers arriving in Sydney, Australia earlier today.  The travelers arriving in Australia from New Zealand are not required to quarantine themselves upon arrival. This is in line with Australia’s tentative reopening to international tourism. However, the arrangement is not reciprocal between the two countries. Travelers from Australia traveling to New Zealand will still be required to undergo the 14-day quarantine amongst other requirements. Travelers from the no-quarantine flights might still need to be quarantined depending on the Australian state or territory they are planning to enter. Please refer to the respective authorities for more details on the travel advisories and safety measures in place.   Reciprocal Green Lane between Singapore and Indonesia are in the works Image Credit:Swapnil Bapat on Unsplash The prospect of traveling between Singapore and Indonesia looks to be promising. Similar to the other reciprocal green lanes between Singapore and some other countries which are already in effect, Indonesia looks to be the next addition to that list. Indonesia and Singapore have agreed on implementing a reciprocal green lane which will allow for essential business and official travel between the two countries. Applications for travel under this reciprocal green lane will begin on 26 Oct. The application is only open for Singapore and Indonesian residents as well as permanent residents of the two countries. The requirements are similar to the other reciprocal green lane arrangements with the need for sponsors for travel, SafeTravel Pass / Visas, Pre-departure and Post-arrival COVID-19 tests. Points of entry and exits have also been designated. For air travel, Changi Airport and Jakarta’s Soekarno-Hatta International Airport has been designated. For Sea Travel, Tanah Merah Ferry Terminal and Batam Centre Ferry Terminal has been chosen as the points of entry and exit. This point of entry and exit is a measure to reduce the possibility of infectious patients slipping into the communities. To read more about the Reciprocal Green Lane Arrangements, check out our blog “Everything you need to know about Singapore's Green Lanes Travel Arrangement". Please refer to the respective authorities for more details on the travel advisories and safety measures in place....

  • Travel News Wrap: 24 August Week

    Welcome to the first-ever post of what will be a running weekly series of travel news summarised just for you! The Travel News Wrap aims to be your weekly update of relevant news gathered over the week to get you up to speed on what is happening in the traveling world. Here are some things that happened this week:   Bali Postpones Border Opening to 2021 Image Source: Photo by Niklas Weiss on Unsplash Bali has been reported to have extended its closure to foreign tourists until the end of 2020. As of the time of writing, there are no concrete dates as to when the borders will be open again in 2021. Initially, it was planned that the borders would open on September 11 but due to the current COVID-19 situation in the country, the plan was seen to be not conducive or feasible anymore.   Singapore Eases Travel Restrictions for Brunei and New Zealand Image Source: Photo by Dan Freeman on Unsplash From September 1, travelers from Brunei and New Zealand are now Exempt from the Stay Home Notice under the new reciprocal green lane arrangements. Even though the Stay Home Notice requirement has been lifted in Singapore, other safety measures such as Coronavirus tests upon arrival, following a strict itinerary are still in place. Restrictions for visitors from low-risk areas will also be eased with the Stay Home Notice Period being shortened from 14-days to 7-days. Check out our blog “Everything you need to know about Singapore's Green Lanes Travel Arrangement” to know more about the Reciprocal Green Lanes. Check with the travel advisories of the respective countries for a detailed look into the requirements and regulations.   UK adds Switzerland, Czech Republic and Jamaica to Quarantine List Image Source: Photo by Annie Spratt on Unsplash Travelers coming returning from Switzerland, Czech Republic, and Jamaica will have to self-isolate for 14-days according to the UK government, reported BBC News. This is due to the reported increase in weekly cases in Switzerland in recent times, with similar situations in Czech Republic and Jamaica. With that said, the UK’s Foreign Office is now advising against all but necessary and essential travel to these countries mentioned above.   Dubai to Bangkok on Emirates is Now Operational Again Image Source: Photo by Mike van den Bos on Unsplash The airliner, Emirates, is set to resume their flights to Bangkok starting from 1 September. Flying daily, this is will give travelers from Europe, the Middle East, Africa and Asia Pacific convenient access to Bangkok and Thailand again.   Indonesia and Singapore to start talks on the Reciprocal Green Lane Image Source: Photo by ekoherwantoro on Unsplash Singapore has been busy with setting up the reciprocal green lanes with several countries already in the arrangement. The latest addition to this will be with its direct neighbor, Indonesia. The two countries are planning to start the discussions on the implementation of the reciprocal green lanes for essential travel. Meanwhile, the discussion between Singapore and Thailand regarding the same matter will be expedited....

  • Public Transport Safety Tips for the COVID-19 Pandemic

    COVID-19 continues to be a significant impact on our lives, with the number of cases on the rise again recently. With many out there already traveling to their workplaces to pull through these tough times, public transport commuting is still the top mode of transport to commute to and from our destinations, whether it is work, school. In addition to that, due to the travel restrictions imposed, there might be more traveling by buses and trains now as people might also use public transport to travel to the various domestic recreation sites to cure their holiday blues, especially in dense cities like Singapore, Kuala Lumpur, Jakarta, and London.  To help you get that extra peace of mind, here are some tips for you to stay as safe as much as you can while traveling on Public Transport in this COVID-19 pandemic.   Alternative modes of transport Image Source: Photo by Angelo Pantazis on Unsplash Choosing a different mode of transport where you will be less likely to come into close proximity with others is a great way to start. This will not only benefit you, but it will also lessen the pressure and the number of people taking public transport. The lesser contact, the better. Walk or Cycle Think about walking or cycling to your destinations if you can or when they are closeby. Remember to keep a distance between you and others around you at all times. Car-Sharing If you want to get somewhere fast, Car rentals and Car-sharing are a viable option as they are now more accessible than ever. Always sanitize the car before and after you use it and make sure the cabin is well ventilated during your journey to minimize the risks. You could argue that taxis, Grab, uber, or gojek do the same but, by renting and driving the cars yourself, you are staying in your own safety bubble, sparing you and the cab drivers with more risks.    Travel Off-peak Image Source: Photo by JOSHUA COLEMAN on Unsplash Peak hours in Public Transportation means more people, which also means that you will come into contact with many people in packed trains and buses, making their way to and from work or school. Choose to travel during off-peak hours whenever you can, leave your house earlier in the morning, or make your way home later in the evening. A bonus to doing this is that if you do choose to travel during the off-peak hours, your journey will not only be that little bit safer, but it will also be a bit more peaceful as well.   Plan your Journey Image Source: Photo by Jeremy Downes on Unsplash Before actually setting out to your destinations, plan ahead, and choose your routes carefully. Take the most direct routes that lead to your destination to minimize the time you spend outside. Avoid going to and through places where you know are generally busy, you can alight a stop before your intended station if you know there are more people there. Another thing to consider when planning your journey is that you could walk for more parts of your trip.   Contactless Technology Image Source: Photo by Mika Baumeister on Unsplash Minimize your contact with everything when you are out and about. Go contactless with your purchases by using contactless payments such as ApplePay, GooglePay, or any contactless cards available. Where possible, use your mobile phones when topping-up or purchasing tickets by doing the transactions through the respective mobile apps.   Personal Protection Image Source: Photo by Anshu A on Unsplash It has to go without saying that you should always follow the standard safety measures such as wearing a mask at all times and maintaining a safe distance between you and the next person. Safe distancing might be a hard thing to do when traveling on a packed bus or train, but whenever possible, always try to distance yourself from the next person. Bring a hand sanitizer with you when using public transport. Clean your hands after alighting as you may have used the handrails or touched some other parts of the vehicle. Due to the nature of the virus spreading through droplets, try not to speak during the commute (even if you’re already wearing a mask). If you are traveling overseas, check out our past blog “Planning To Travel Soon? Here Are 10 Travel Safety Tips For You To Know” for travel specific tips.   Safety Checklist Image Source: Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash In summary here is a checklist of what you should ask yourself whenever you plan to go out on Public Transport: When is the best time for me to make my way there? Can I walk or cycle there? Am I taking the most direct and fastest route? Are there a lot of people on my route? / Is it busy? Are there any alternative routes with lesser people? Can I take any other alternative modes of transportation?  COVID-19 is a complex virus that we are all still trying to understand. These traveling tips are just precautionary measures to help you minimize the risks as much as you can whenever you are traveling around domestically. Of course, staying at home as much as possible is still the best, we understand that sometimes we really have to get out of the house to attend to something. Stay Safe!...



Score from 0 user