Dataran Tinggi Dieng, Surga Tersembunyi di Pulau Jawa

By Leo Galuh | 18, Aug, 2021
Dataran Tinggi Dieng, Surga Tersembunyi di Pulau Jawa

Dieng Plateau. Letaknya di ketinggian 2.093 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 12 hingga 20 derajat celcius di siang hari dan 6 hingga 10 derajat celcius di malam hari. Kawasan Dieng juga terkenal subur, karena terletak di kawasan gunung vulkanik yang masih aktif. Dari letak geografisnya ini, Dieng merupakan salah satu dataran tinggi yang ada di Pulau Jawa.

Secara administratif, dataran tinggi Dieng berada di Provinsi Jawa Tengah dan masuk dalam dua wilayah. Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Udaranya yang sejuk dan kondisi alamnya yang menawan membuat Dieng jadi buruan para pelancong, baik lokal mau pun mancanegara.

Berikut tempat wisata paling populer yang ada di dataran tinggi Dieng.

Planning on a trip to Singapore? Or planning to rediscover Singapore? Find out everything you need to know when visiting Singapore with Your Muslim Visitor Guide to Singapore and the Lifestyle Guide to Singapore for Muslim Travellers!

 

Dieng Plateau Theater
Dieng Plateau Theater

Kredit Foto:@dhian_hardjodisastro di Instagram

Sebelum Anda mengunjungi sejumlah destinasi yang ada di dataran tinggi Dieng, sepertinya Anda wajib masuk ke Dieng Plateau Theater. Di tempat ini Anda bisa menyaksikan pemutaran film dokumenter seputar Dieng Plateau. Tiket masuk tempat ini hanya Rp4.000 per orang, dengan jam operasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Nah, setelah menyaksikan film sejarah, kondisi geografis, serta budaya Dieng selama 23 menit di dalam gedung yang bisa menampung sekitar 100 orang ini, Anda bisa mulai berpetualang.

 

Telaga Warna
Telaga Warna Indonesia

Kredit Foto: Rizal Ramadhan on Unsplash

Telaga warna berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi bukit yang cukup tinggi. Objek wisata Telaga Warna berada di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, sekitar 26 kilometer dari pusat Kota Wonosobo.

Keunikan telaga ini, memiliki air yang bisa berubah warna. Sewaktu-waktu bisa berwarna merah, hijau, kuning, ungu, atau bahkan berwarna pelangi. Secara ilmiah, perubahan warna air di telaga ini akibat dari kandungan sulvur yang cukup tinggi. Ketika matahari menyinari air berkadar sulvur tinggi, maka air akan memantulkan warna bervariasi.

Udara di sekitar Telaga Warna yang cukup sejuk, membuat kita nyaman untuk berjalan kaki menuju puncak Bukit Sidengkeng. Dari Bukit Sidengkeng inilah kita bisa menikmati keindahan Telaga Warna dengan sudut yang berbeda. Tak butuh waktu lama untuk sampai ke Bukit Sidengkeng.

Selama perjalanan menuju Bukit Sidengkeng, kita akan melintasi taman bunga yang begitu indah. Taman ini bernama Wana Wisata Petak Sembilan. Ada sekitar 75 spesies tanaman bunga yang tumbuh di taman ini. Salah satu yang menjadi primadona adalah bunga pancawarna. Bunga yang bernama latin Hortensia ini berwarna putih, namun bunga tersebut bisa berubah warna jika PH tanahnya diubah.

Tiba di Puncak bukit, ada sebuah gardu yang disebut dengan gardu pandang. Nah, dari tempat ini Anda bisa melihat dengan leluasa Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari ketinggian. Tentu saja, lokasi ini bisa menjadi latar foto yang cukup indah.

Di sekitar Telaga Warna, banyak terdapat goa yang sering dijadikan tempat meditasi oleh orang-orang yang memiliki kepercayaan tertentu. Di antaranya Goa Semar, yang dikenal sebagai tempat pertapaan Mandalasari Begawan Sampurna Jati. Kemudian Goa Sumur, yang memiliki mata air bernama Tirta Perwita Sari, atau mata air kehidupan. Dan Goa Jaran, yang berarti goa kuda. Goa ini dianggap sebagai lambang nafsu liar seekor kuda.

Tiket masuk Telaga Warna jadi satu dengan tiket masuk Telaga Pengilon, yakni Rp12.500 untuk hari Senin hingga Jumat, dan Rp15.000 untuk akhir pekan. Harga ini khusus untuk wisatawan lokal. Sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif Rp100.000 di hari kerja dan Rp150.000 di akhir pekan.

Jangan khawatir, Anda juga bisa bermalam di homestay yang ada di sekitar Telaga Warna dengan harga yang cukup terjangkau.

 

Bukit Sikunir
Bukit Sikunir Dieng Plateau Indonesia

Kredit Foto: HadiwibowoCC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Bukit Sikunir memiliki ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut. Tempat ini menjadi titik paling menarik di Jawa Tengah untuk menikmati sunrise. Selain itu, balutan kabut yang menyelimuti bukit membuat kita serasa berada di negeri di atas awan.

Tak butuh waktu lama untuk bisa sampai ke puncak Bukit Sikunir. Biasanya, waktu tempuh para wisatawan hanya berkisar 30 hingga 60 menit saja, tergantung kondisi fisiknya. Dalam perjalanan menuju puncak bukit, Anda akan disuguhkan pemandangan yang begitu indah. Salah satunya adalah pemandangan Telaga Cebong.

Jalur pendakian bukit ini termasuk mudah. Sudah tersedia jejeran anak tangga yang dilengkapi dengan pegangan kayu dan batas pengaman, sehingga cocok bagi para wisatawan yang baru belajar mendaki. Selain itu, pihak pengelola juga telah menyediakan petunjuk jalan menuju puncak bukit.

Kami sarankan, untuk dapat menikmati sunrise di puncak Bukit Sikunir, Anda berkunjung pada musim kemarau, dimana cuaca cenderung lebih cerah dan tak berkabut. Anda pun bisa merasakan sensasi melihat empat gunung paling terkenal di Jawa Tengah. Merbabu, Sindoro, Merapi, dan Sumbing.

Tak hanya menikmati sunrise, Anda juga dapat menikmati hamparan lahan pertanian penduduk di Desa Sembungan, yang didominasi oleh tanaman kentang dan carica. Selain itu, Anda juga dapat menikmati indahnya deretan pemukiman penduduk dengan masjid berkubah tinggi di salah satu bagiannya.

Harga tiket masuk ke lokasi wisata satu ini cukup murah. Anda hanya perlu merogoh kocek Rp10.000 per orang.

 

Telaga Cebong
Telaga Cebong Lake Dieng Plateau Indonesia

Image Credit: MidoriCC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Telaga Cebong letaknya di bawah Bukit Sikunir. Dahulu, telaga ini merupakan kawah purba yang terisi oleh air. Di Telaga Cebong ini, Anda bisa bermalam dengan menggelar tenda. Berkemah di tepi telaga tentu menghadirkan sensasi yang tak biasa. Ada kenikmatan yang dirasakan saat membiarkan diri Anda menyatu dengan alam. Peralatan kemah pun dapat dengan mudah disewa dari warga sekitar. Tentu saja, area ini jadi salah satu tempat untuk mengabadikan liburan Anda dan keluarga.

 

Kompleks Candi Arjuna
Kompleks Candi Arjuna Indonesia

Kredit Foto: MidoriCC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons

Tak cuma keindahan alam, dataran tinggi Dieng juga menawarkan destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik. Kompleks Candi Arjuna. Lokasinya di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kompleks ini memiliki luas sekitar satu hektar. Di dalamnya terdapat lima bangunan candi. Selain Candi Arjuna, empat candi lainnya adalah Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra.

Candi Arjuna, diperkirakan dibangun pada abad 8 Masehi, oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram Kuno. Berdasarkan sejarah, Candi Arjuna dibangun untuk menyembah Dewa Siwa.

Candi Arjuna memilki luas sekitar 36 meter persegi dan Tinggi kurang lebih 1 meter. Atap candi memiliki struktur berjenjang, dan ada sebuah menara kecil di setiap sudutnya.

Di samping Candi Arjuna, berdiri megah Candi Semar. Pada saat perang kemerdekaan, Candi Semar digunakan untuk menyimpan senjata.dan perlengkapan untuk pemujaan. Atap candi ini berbentuk limasan dengan puncak candi yang sudah hilang entah kemana.

Ada lagi Candi Srikandi. Menurut kepercayaan umat Hindu, candi ini digunakan sebagai tempat persembahan Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Syiwa. Sayangnya, atap Candi Srikandi sudah rusak dan tidak terlihat lagi bagaimana bentuk aslinya.

Kemudian ada Candi Puntadewa yang memiliki tnggi kurang lebih 2,5 meter. Candi ini paling tinggi di antara candi-candi yang ada di kompleks Candi Arjuna. Dilihat dari struktur bangunannya, candi ini mirip dengan Candi Sembadra. Hanya saja, tetap bentuk aslinya sudah hancur dan tidak tahu lagi.

Yang terakhir ada Candi Sembadra, yang tingginya kurang lebih 0,5 meter. Tidak ada lagi arca di dalam candi ini. Namun bagi sebagian masyarakat, Candi Sembadra menyimpan nuansa mistis, karena kerap digunakan sebagai salah satu tempat pemujaan dewa.

Kompleks Candi Arjuna pertama kali ditemukan oleh Thedorf van Elf, seorang tentara Belanda, pada tahun pada tahun 1814. Empat puluh dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1856, HC Kornelius, pria berkebangsaan Inggris, mulai melakukan restorasi Kompleks Candi Arjuna. Setelah itu, pekeraan Kornelius tersebut dilanjutkan oleh J Van Kirnsberg, dibantu pemerintah Kolonial Belanda.

Berada di Kompleks Candi Arjuna, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan yang begitu elok. Hamparan bukit dan pegunungan, terlihat bagai sebuah lukisan. Belum lagi saat memasuki pintu masuk area candi. Sambil menyusuri anak tangga, mata Anda akan dimanjakan dengan deretan pohon rindang layaknya sebuah taman. Harga tiket masuk ke Kompleks Candi Arjuna cukup murah. Hanya Rp 20,000 per orang.

Nah, itulah beberapa tempat wisata yang wajib Anda kunjungi di dataran tinggi Dieng. Segera jadwalkan liburan Anda ke Indonesia, dan nikmati sensasinya berada di dataran tinggi Dieng.

 

Freelance journalist. Currently aggregating economic news for analytical news service dedicated to competition law and regulatory developments around the world. Former reporter of tvOne (Indonesian television news channel) and NHK (Japan Broadcasting Corporation).

Leave a comment